Saat MOS
Hari
ini hari pertama MOS, aku telat bangun hari ini. Astaga sudah hampir jam
7,padahal aku sudah harus sampai Sekolah pukul 7 pagi tepat waktu. Aku bergegas
menuju kamar mandi, setelah itu memakai Seragam SMP ku, karena hari ini diwajibkan
untuk memakai Seragam SMP.
Lalu
segera kumasukan barang-barang untuk MOS termasuk sisir dan kacaku. Aku turun
kelantai bawah dan segera menyantap roti yang sudah tersedia di meja, sambil
menyisir rambut dan berdandan. Kemudian aku minum susu yang ada di meja dan
berlari secepat kilat menuju rak sepatu. Aku memakai kaos kaki dan langsung
memakai sepatu ,lalu aku berlari lagi menuju mobilku.
Di
situ Pak Bejo sudah menunggu, dia sangat terkejut saat melihatku sedang berlari
menuju mobil, lalu aku berhenti mendadak seakan ada rem dalam tubuhku dan
berkata dengan kata-kata yang tak jelas, “ P-Pak,, an-anterr ke-e sekolahh ,
ce-cepat.. P-pak.” Pak Bejo tertawa dan berkata, “ Non, Non habis lari Maraton
dimana Non?” Aku mendengus dan mulai mengatur nafasku lalu berkata, “ Lari
Maraton dikampung sebelah, ya jelas aku lagi mau cepet-cepet kesekolah , Pak.”
Pak Bejo Cuma tertawa dan membukakan pintu mobil untukku. Aku masuk tanpa
berkata, lalu Pak Bejo menyalakan mesin dan mulai menembus jalan kota yang
mulai macet dipagi hari, dengan lihai Pak Bejo melewati mobil-mobil yang lain.
Tidak sampai 20 menit aku sudah sampai disekolah tepat pukul 7.
Aku
keluar dari mobil dan bergegas mencari mencari Aula Sekolah. Saat sedang sibuk
berkeliling mencari Aula Sekolah, tiba-tiba , “ Bruukkk… Auhh…. Sakit… ”
Sepertinya aku menabrak sesuatu yang keras, ada suara lain juga merintih, aku
tidak sempat melihat orang itu karena pada saat itu aku sudah menemukan Aula
Sekolah, jadi aku Cuma mengucapkan, “ Sorry, maaf, aku gak sengaja,” Aku tidak
melirik sedikitpun kearahnya. Lalu aku pergi meninggalkan orang itu tanpa tahu
ia cowok atau cewek.
Sesampai
di Aula, aku merasa lega dan mulai menarik nafas dalam-dalam lalu menghembuskannya.
Hal pertama yang kulakukan adalah membuka tasku, lalu mengaduk-aduk isi tasku
dan mengambil sisir beserta kaca, kemudian aku mulai memperbaiki posisi
rambutku. Saat aku sedang menyisir rambut, seseorang menghampiriku. Dia cowok
yang lumayan tinggi dan gayanya sungguh keren, dia tersenyum kepadaku dan
berkata, “ Kamu anak MOS bukan,” aku cuma terpaku melihatnya ,lalu dia berkata
sekali lagi, “ Aku ketua OSIS di sekolah ini, Aku yang akan menjadi pembina MOS
disini. Tenang aja, jangan takut, nggak ada Kakak Kelas yang bakal jahat sama
kamu kok.” Kemudian aku tersenyum dan pergi meninggalkan cowok itu dan menuju ke siswa MOS yang lainnya.
Sebenarnya
sekolah ini sekolah favorit di kotaku, aku sangat beruntung bisa masuk sekolah
ini, padahal aku cuma berasal dari SMP yang tidak terkenal, makanya tak ada
seorangpun yang kukenal disini. Aku masuk ke Sekolah ini juga berkat Sains ku
yang lumayan baguslah.
Setelah
melewati hari MOS pertama , hari kedua aku MOS, aku sudah bisa memakai seragam
SMU Air Langga. Aku merasa bangga sudah jadi murid sekolah itu.
***
Baruku
ingat kejadian itu. Ternyata aku menabrak cowok itu, Rangga. Tunggu kenapa dia
menyebut Kak Markus dengan kata “ Kakak ” , haaa.. apa mungkin.. dia adenya Kak
Markus.
Tiba-tiba
Rangga berkata, “ Ya, aku ini adenya Markus, dia kakak ku” . Seketika mataku
terbuka lebar. Apakah aku menyuarakan isi hatiku? Kenapa dia bisa tahu aku
berpikir itu? Lalu Kak Markus menyela, “ Lalu kenapa kamu gak cerita sama aku,
Rangg? ”, sambil merasa bersalah Kak Markus berkata.
Lalu
Rangga menghembuskan nafas dan membetulkan letak kacamatanya dan itu terlihat sangat
keren, “ Aku yakin Kakak akan sedih, kalau aku berkata seperti itu saat itu.”
Pembicaraan itu tidak begitu lama karena tiba-tiba bel lonceng sekolah berbunyi
dan itu menandakan bahwa semua siswa harus kembali kekelas. Akhirnya ,
cowok-cowok itu memberi jalan kepadaku dan Bella, sedari tadi Bella cuma diam
dan ikut mengekor dibelakang aku.