Senin, 07 Januari 2013

eps 3 novel ?


Sesampai dikelas, aku langsung duduk dan mengambil buku-buku yang akan dipelajari. Aku masih penasaran, apakah benar Kak Markus menyukaiku? Dan tiba – tiba rasa penasaran itu berubah jadi rasa bersalah karena telah merusak kacamata Rangga, pantas saja kacamata itu kelihatan baru dan akulah yang menyebabkan kacamatanya rusak.
Saat aku tanpa sengaja melihat cowok itu, cowok itu tiba – tiba berbalik ke arahku dan mataku langsung bertemu dengan matanya yang hitam gelap. Seakan tertarik oleh gaya gravitasi matanya, aku tidak bisa berbalik ke arah lain. Mata itu melihatku dengan tatapan yang sangat tajam, bahkan lebih tajam daripada sebuah pisau.
Akhirnya mata itu berbalik ke arah lain, barulah aku bisa bergerak kembali. Entah kenapa aku tadi tak bisa bergerak dan aku semakin merasa bersalah, bahkan hingga pelajaran ke-6 berakhir.
Saat lonceng bel berbunyi, aku membereskan barangku dan dengan perasaan yang tidak enak. Tiba – tiba Bella berkata, “ Shell, kamu kenapa ? Apa kamu masih berpikir tentang kejadian tadi , ya ? ”. Aku menatap Bella dengan ekspresi bingung, lalu Bella berkata, “ Tadi, waktu pelajaran Pak Rudi, aku mau memanggilmu. Saat aku berbalik ke arahmu, ku lihat kamu sedang bertatapan dengan Rangga, tapi Rangga langsung memalingkan wajahnya. Saat aku mau memanggilmu, ku lihat kamu terlihat pucat, jadi aku tidak memanggilmu ? ”
Jadi itu, pantas saja Ia langsung memalingkan mukanya, ternyata Bella melihat kejadian itu. “ Ah.. gak kok Bell, ” sambil mengibas- ngibaskan tanganku lalu aku mengalihkan pembicaraan, “ Memang kamu mau manggil aku untuk apa tadi ? ”. Bella malah nyengir, lalu berkata, “ Cuma mau minta nomor HP-mu. Supaya aku bisa curhat-curhatan sama kamu atau tanya PR ?”
Lalu aku menulis sederet nomor yang sudah kuhapal di luar kepala. Kemudian aku memberikan kertas berisi nomor Hp itu kepada Bella. Bella menerimanya dengan suka cita.
Kemudian, kami mulai menelusuri koridor lagi, kali ini kami lebih berhati-hati agar tidak bertemu dengan cowok-cowok itu lagi. Saat kami sampai dikantin, langkah aku dan Bella terhenti. Kami melihat segerombol cowok itu lagi. Salah satu cowok itu berbisik kepada cowok lain. Lalu mereka melirik ke arah kami dan tersenyum. Kak Markus melakukan hal yang sama, bahkan Ia berdiri dari tempatnya duduk dan berjalan ke arahku dan Bella. Lalu Kak Markus menyapaku dan Bella, “ Hay, Shell dan Hay, Bella.” Kami berdua masih diam dan tidak menyahut.
Lalu Kak Markus berkata, “ Ayo, ikut aku.” Entah kenapa aku dan Bella menurut saja untuk ikut dengan Kak Markus ke arah meja paling ujung yang di duduki oleh cowok-cowok itu termasuk Rangga.
Rangga menatapku dengan tatapan seperti tadi, aku cuma bisa pasrah dan menundukkan kepala karena masih merasa bersalah.
Setelah sampai, aku dan Bella disuruh duduk dan kami dikelilingi oleh cowok-cowok itu. Siswa-siswa lain yang melihat hal itu merasa penasaran, mereka sampai-sampai tidak melakukan apapun untuk tahu apa yang sedang dilakukan cowok-cowok popular itu terhadap dua cewek yang kelihatan ketakutan.