Senin, 03 Desember 2012

eps 1 novel ?


        Namaku Shella Oktaviani. Sekarang aku sudah menjadi anak SMU di kotaku, yaitu SMU Air Langga.
        Hari ini hari pertama aku masuk kelas baruku yaitu kelas X-2C. Aku memilih untuk duduk dibelakang, karena aku menyukai duduk di belakang. Setelah itu, aku membuka tasku dan mengambil sisir dan kaca yang sering kubawa. Aku mulai menyisir rambutku sambil melihat kaca untuk merapikan rambutku yang berantakan karena kena angin pagi tadi.
        Tiba-tiba saat sedang asyik menyisir, ada seorang cewek masuk. Cewek itu tidak tinggi juga tidak pendek, rambutnya, rambutnya panjang sebahunya, membuatnya cantik saat sedang tersenyum dan kemudian menghampiriku.
Ia mendekatiku, lalu mengulurkan tangannya dan berkata, “ Hay, namaku Bella Wijaya, bisa dipanggil Bella.” Aku juga tersenyum dan mengatakan, “ Hay juga, namaku Shella Oktaviani, kamu bisa panggil aku Shella.” Kemudian kami bersalaman, setelah itu Bella duduk disampingku.
         Setelah ku perhatikan, kelasku dipenuhi oleh siswa yang baik, lucu, pintar, dll, kecuali satu. Cowok yang duduk dibelakang dan tersudut diantara yang lain. Cuma dia yang membuatku penasaran. Cowok itu tinggi, badannya lumayan atletis dan Ia memakai kacamata yang kelihatannya baru.Tiba-tiba ada sekelompok cewek yang menghampirinya, kelihatannya mereka cewek-cewek dari kelas sebelah, katanya mereka itu cewek-cewek cantik dikalangan kelas X. Mereka memperkenalkan dirinya dengan cowok itu. Cowok itu Cuma tersenyum dan mengulurkan tangannya kepada cewek-cewek itu. Cewek-cewek itu kelihatannya antusias banget, saat cowok itu mulai berbicara dengan mereka. Aku cuma melihat dan setelah cewek-cewek tadi pergi, kelihatannya cowok itu merasa lega mungkin Ia tidak terlalu menyukai cewek. Ia mulai lagi membaca buku yang ada di meja hingga Bel Sekolah berbunyi.
        Pelajaran pertama, Seorang Guru Wanita masuk kekelas, kira-kira umurnya cuma terpaut 10 atau 11 tahun dari kami. Ia menyapa kami dengan senyumannya yang manis, membuat semua cowok senang banget dengan Guru yang satu ini. Mereka gembira sekali, padahal Beliau adalah Guru Sejarah. Entah apa yang merasuki Guru yang satu ini untuk menyukai pelajaran ini.
Pelajaran kedua, pelajaran kedua tidak seseru seperti pelajaran pertama tadi, semua cowok malah bosan banget. Siapa sih yang nggak bosan kalau Guru yang masuk bukan Wanita Muda yang cantik melainkan Pria Tua yang sudah beruban dan berjenggot tetapi jalannya masih tegap dan mukanya menyeramkan. Beliau adalah Guru Bahasa Indonesia. What? Padahal selama ini, Guru-guru yang sering mengajar Bahasa Indonesia itu Guru Wanita, Kok sekarang malah Pria. Nih serasa lagi masuk dunia lain ya. Rasanya bosan banget ,dua jam pelajaran Cuma dilalui dengan ocehan kakek-kakek Upss.. maksudku Pria Tua ini. Akhirnya suara bel berbunyi pun terdengar. Aku merapikan buku-buku dan peralatan lainnya, lalu sebagian ku masukan kedalam tas dan kedalam laci.
        Kemudian Aku dan Bella bergegas keluar kelas berjalan melewati koridor-koridor yang ada. Baru kali ini kami kekantin sekolah kami, lalu kami memesan Mie Ayam dan es teh manis. Lalu kami berjalan melewati kerumunan orang yang sedang kelaparan sambil berhati-hati membawa makanan kami supaya tidak jatuh. Setelah keluar dari kerumunan orang-orang atau lebih baik disebut kumpulan zombie yang kelaparan di Plants vs Zombie itu, kami memilih untuk duduk dimeja paling ujung dekat pintu keluar kantin.
         Setelah makan, kami meninggalkan kantin yang masih dipenuhi oleh zombie itu. Kami berjalan berkeliling dari koridor satu ke koridor selanjutnya. Saat melewati koridor ketiga, mataku tertuju kepada segerombol Pria yang berada dekat tangga menuju kelas kami, badan mereka kekar-kekar bahkan ada yang seperti Preman Pasar. Tetapi, satu orang yang membuatku penasaran, Dia duduk di tengah-tengah tangga sehingga kemungkinan besar kami tidak bisa melewatinya tanpa berbasa-basi dulu kepada mereka. Dia cowok itu, mungkin aku bisa memintanya untuk memberi jalan kepada kami.Tetapi aku dan dia kan tidak saling kenal. Saat kami melewati mereka, mereka langsung melihat kami dan tersenyum-senyum, salah satu dari mereka sekelas dengan kami.
       Salah seorang dari mereka berkata, sepertinya dia kakak kelas kami, “ Hay, cewek .” Aku dan Bella saling berpandangan lalu memasang senyum semanis mungkin supaya mereka memberi jalan. Ternyata, kami malah ditahan dan ditanya lagi oleh seorang dari mereka, sepertinya ini juga kakak kelas juga, “ Namanya siapa nih ? ”, terpaksa kami memasang senyum lalu aku berkata, “ Nama saya Shella, Kak.” Lalu Bella melanjutkan, “ Nama saya Bella, Kak.”
Lalu salah satu cowok yang lain berkata, “ Udah punya pacar belom nih ? ” sambil mengedipkan matanya ke arahku. Rasanya aku sudah seperti orang yang sedang di intropeksi saja, kepengen banget aku nendang ini cowok keujung dunia, tapi itu tidak mungkin terjadi. Kalaupun terjadi, pasti dunia kiamat dehh.. Aku berkata, “ Belom.” Bella Cuma diam. Lalu cowok yang lain berkata, “ Kok, temennya diam sih, ayo jawab donk.” Lalu Bella menjawab dengan agak ragu dan takut, “ Belom , Kak.”
           Mereka cuma tersenyum nyaris bikin takut banget senyum itu. Lalu mereka mulai melihat kami dari atas hingga bawah, entah apa yang mereka lihat. Dan tiba-tiba aku mulai berani tuk berkata, “ Kakak-kakak, boleh kami lewat nggak.” Lalu aku melihat kea rah cowok itu. Salah satu dari mereka berkata, “ Ngaa, bolehin lewat gak kedua cewek ini.” Dia menoleh kearah cowok itu. Lalu cowok itu berkata, “ Bolehin aja.” Lalu ada yang tidak senang lalu berkata, “ Hey, Rangga kenapa sih kamu hari ini? Kamu tau kan aku suka banget sama nie cewek.” Cowok itu menunjuk ke arahku dan tersenyum, kalau dilihat-lihat dia lumayan, sepertinya aku mengenali dia. Lalu cowok yang tadi itu berkata, “ Hay, namaku Markus Sanjaya, kamu bisa panggil aku Markus. Aku ketua OSIS waktu kamu pertama MOS.” Baru kuingat dia ketua OSIS, dia cowok paling popular. Kelihatannya semua cowok yang ada disini termasuk cowok popular semua, termasuk dia, cowok itu yang dipanggil Rangga, ternyata namanya Rangga.
            Lalu Rangga menjawab, “ Aku tau, dia yang Kakak bilang cewek berambut panjang yang selalu Kakak ceritakan dan selalu membawa sisir dan kaca untuk merapikan rambutnya itu bukan. Dia juga yang senyumannya manis sampai-sampai membuatmu menyukainya bukan.” Aku terkesiap mendengar perkataan cowok itu, sekaligus aku merasa mukaku pasti sudah benar-benar panas dan merah padam. Sepertinya Kak Markus menyukaiku. Apa? Dalam hati aku nyengir dan cukup senang, Ketua OSIS di sekolahku yang popular ini, menyukaiku.
           Sepertinya muka Kak Markus juga merasa panas dan merah padam, bahkan lebih merah dariku karena warna itu sangat kontras dengan kulitnya yang putih itu.
         Tiba-tiba aku seperti tersambar petir saat mendengar cowok itu mengucapkan kata, “ Kak,, Dia juga yang sudah menabrakku saat Hari Pertama MOS, Kak. Dia cuma bilang sorry, aku gak sengaja, lalu meninggalkanku saat aku masih terjatuh dan dengan kacamataku pecah. Sampai harus beli kacamata baru. Sebenarnya gak masalah tentang kacamata ini, tapi aku merasa dia belum meminta maaf kepadaku, Kak. Aku langsung tau saat Kakak menceritakannya padaku.”
          Aku terkejut, ternyata dia yang waktu itu.

***

Tidak ada komentar:

Posting Komentar